Home » , , » Pioner XL dalam hal Jaringan Telekomunikasi

Pioner XL dalam hal Jaringan Telekomunikasi

Written By NEXT on 20 December 2010 | 9:56 AM

Part one and the and.

Stabilitas teknologi dalam bidang telekomunikasi sangatlah konsisten untuk Negeri Pertiwi ini. Salah satu bukti nyata dengan terbitnya operator-operator baru untuk turut bersaing merebut pelanggan (customer) yang ada. Namun hal itu masih terbilang minimalis di banding operator senior yang tentunya lebih berpengalaman dalam banyak hal. Tidak dapat dipungkiri, sesuatu yang lebih bijak tentu mendapat respon yang layak, seperti halnya tentang Jaringan (Signal) yang pastinya juga menjadi perhatian masyarakat pinggiran (umumnya) dan masyarakat di pelosok-pelosok negeri seperti di pegunungan, daerah terpencil, kampung mati, hutan, dan sejenisnya untuk lebih fokus dan di khususkan akan tembusnya jaringan telekomunikasi tersebut. Untung ruginya operator terlihat dari selarasnya 'traffic' hingga titik tumpu respon masyarakat di daerah pelosok tersebut. Bagaimana mungkin..!!! Untuk dijangkau kendaraan roda dua saja minta ampun, apalagi roda empat/lebih..!!! Membuat tower jaringan tidak murah lho, bisa berbunyi "M"..!!! Apa mungkin orang awam &
tidak berintelek bisa menerima..!!! Hmmz.. 3 faktor hal yang tidak mungkin tersebut dapat menjadi toleran bagi suatu tindakan operator. Merubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin adalah suatu pencetusan hebat, tetaplah konkrit untuk merubah dan mempermudah jaringan telekomunikasi di daerah pelosok Negeri tersebut, tetaplah berkata; "hal ini sulit namun kita pasti bisa" (pasti terwujud), dan buanglah jauh-jauh kata "kita bisa tapi hal ini sulit" (belum tentu tercapai). dan saat ini, masih banyak daerah pelosok Negeri yang masih minus dalam jaringan komunikasi baik itu operator senior maupun yang baru lahir. Seperti di daerah Madur bagian timur daya, 1 operator pun tidak dapat menembusnya, hal itu pernah saya buktikan sendiri pada awal tahun 2009 lalu, waktu itu saya menjalankan PKL selama 6 bulan, apalah daya, berbagai operator berbeda telah saya coba (kecuali CDMA seperti sm*rt dan fr*n) namun tetap tidak bisa bernafas dengan signalnya, sempet berpikir kalau kampung itu ibarat kuburan tua yang tak lagi datang kuburan baru singgahinya, buat beli rokok saja masih menembus medan semak belukar yang sesekali terlintas ular di tengah jalan setapak itu, yaa kurang lebih 3 km untuk bertemu dengan warung gubuk kecil. Menderita pasti, Apapun itu, saya tidak boleh nyerah atas masa depan saya nanti. Menyesal pun tentu, karena sesuatu yang sangat saya butuhkan adalah komunikasi dengan keluarga dan kerabat di kota sana, setiap pulang ke rumahlah hal yang paling menyenangkan, dalam 1 bulan hanya bisa melepas gerilya di rumah selama 3-4 hari. Aah, apapun itu di dalam hati kecil dan saraf otak saya tetap terbesit kata-kata, sesuatu yang indah dan menyenangkan pasti akan datang pada waktunya. 2 hal tersebut yang menjadi faktor penunjang adalah jaringan telekomunikasi. Peduli dalam hal perkembangan Bangsa di daerah pelosok adalah lebih mulia di banding lebih peduli dengan keadaan cukup layak di daerah pinggiran. Mungkin sebagai pandangan, kita pernah nonton "Laskar Pelangi" kan..??? Pendidikan dan faktor ekonomi di film itu sangatlah minim, naah, yang saya alami tersebut lebih drastis dari pada film tersebut.

Saya tidak dapat berbuat banyak untuk daerah itu, setidaknya bisa sedikit memberi pandangan dan sedikit motivasi untuk masyarakat disana, saya sangat bangga juga dengan kuatnya hati masyarakat disana, selalu mengutamakan rasa hormat, kerja sama, budaya yang kental, polos, dan menyimpan banyak hal "natural" yang juga membuat saya sedikit mengerti makna hidup, dari mereka saya belajar rasa ikhlas, sabar, dan bersyukur atas rahmatnya. Berbeda dengan di kota, segalanya serba terfasilitasi dengan praktis dan mudah, dampak negatif pun juga mudah terjangit. Jika saudara/saudari juga pernah merasakan hidup susah dan hidup nyaman, mungkin saudara/saudari punya pemikiran sama dengan saya. 3-S. SUSAH dulu, lalu SUKSES, dan tetaplah hidup SEDERHANA.
Menjelang Juli 2009, perasaan saya berkali-kali tertuju ke "kampung mati" tersebut, untuk memuaskan hasrat, saya kembali berkunjung ke desa tersebut, Syukur Alhamdulillah saat itu sudah terdeteksi jaringan (Signal), cukup bagus, grafik signal handphone saya, tidak pernah turun dari 3 strip. Sangat terkondisi, karena nomor handphone pribadi saya adalah salah satu operator senior "XL" (081950xx456) ini nomor Kalimantan lho, hayoo tebak, nomor ini aktif dari tahun berapa? *narsis sekali diriku*, hehehe,,, tidak masalah, setidaknya saya bangga dengan nomor kenangan yang akan saya gunakan hingga saya tak lagi bisa menggunakan handphone (mati) uhuk..uhuk.. J
Kembali ke jaringan yang sudah di konsumsi oleh banyak orang di "kampung mati" tersebut, sangat antusias menyambut canggihnya teknologi yang masuk di desanya, banyak cerita-cerita perbaikan yang saya dengar walau sesekali membuat perut saya kembung, cerita nyata yang sangat frontal menurut saya, begini cerita tersebut.
Setelah musim tembakau di desa tersebut kita ibaratkan seperti musim uang, bertepatan waktu itu jaringan telekomunikasi pertama kali masuk di desanya, sanak saudara, pengepul tembakau, bahkan pemilik gudang rokok pun berdatangan untuk membeli tembakau hasil tanamnya, (itulah manusia, tempat seperti hutan pun yang sulit di jangkau kendaraan tetap di tempuh "demi uang"). Bunyi handphone sudah tidak asing lagi di telinga orang awam yang polos tersebut, setelah semua tembakaunya ludes dalam kurun waktu singkat, (dari pengalaman saya) masyarakat di desa tersebut royal dan sedikit sombong jika hasil tembakaunya terjual mahal. Naah, waktu itu si Ahmad mau beli handphone di kota, dia berangkat ke kota berdua dengan Sapraji (orang yang paling dekat dengan saya di desa itu). Tiba di kota, mereka langsung menuju Counter handphone. Tanpa basa-basi tak seperti orang kota yang masih berbelit-belit. Ahmad langsung menyambar dengan kata "Kang, mau beli handphone yang paling mahal disini", si penjual handphone terperangah, mungkin di dalam pikirannya, si Ahmad adalah orang gila, wajar, orang desa kemana-mana tetap memakai sarung dan songkok. Tanpa bantahan, penjual handphone menyerahkan handphone yang paling mahal di etalasenya. Sembari menerima handphone tersebut, Ahmad langsung bertanya berapa harganya, berlagak layak orang intelek, tanpa check handphone tersebut Ahmad langsung membayar cash handphone tersebut. Si penjual handphone semakin penuh tanda tanya di pikirannya, dengan penuh harap jawaban tentang filosofi si Ahmad, penjual handphone pun bertanya; maaf Pak, rumah Bapak dimana? Sapraji yang hanya diam dari awal dengan spontan menjawab, dari Desa Renggempek dalam Pak. Penjual handphone semakin mengerti asal-usul Ahmad dan Sapraji, dengan mempermudah mereka, penjual handphone memberikan bonus kartu perdana yang dikiranya dapat diakses di daerahnya (S*mp*ti), sembari menunggu, penjual handphone memberikan nota pembeliannya, penjual handphone meyakinkan pemikiran tentang orang awam tersebut, dengan nada agak lantang tapi sopan si penjual handphone kembali bertanya, "Maaf Pak, apa di rumah Bapak ada Signalnya?" tak kalah hebat dengan deru petasan Ahmad langsung menyambar marah; "Heeh, BUNGKUS JUGA DENGAN SIGNALNYA, TETAP AKU BELI KOK"…!!!!! Penjual handphone terkejut berkeringat, bingung untuk menjelaskannya. Bisa atau tidak bisa, penjual handphone berusaha menjelaskan tentang Signal. "Sebelumnya maaf Bapak, Signal itu Jaringan, dan tidak kami jual serta tidak ada yang jual meski di Counter-counter handphone lainnya, Signal/Jaringan tersebut adalah dimana kartu handphone ini bisa terhubung dengan operator kartu yang Bapak gunakan dan akan terhubung juga ke nomor yang bapak tuju." Ahmad tetap tidak mengerti. Sapraji yang dasarnya sedikit mengerti tentang apa itu handphone juga menjelaskan apa itu Signal/jaringan kepada Ahmad. Ahmad hanya manggut-manggut hampa di pikirannya. Karena Sapraji yang lebih mengerti dari Ahmad, penjual handphone ingin mengetahui bagaimana keadaan tentang handphone di desanya. Berbgai tanya, Sapraji bisa menjawabnya, tiba di pertanyaan si penjual handphone sambil menunjukkan bungkus kartu perdana, "apakah kartu berwarna merah ini bisa di pakai di desa kamu?", Sapraji menjawab polos; "tidak, baru ada 1 jaringan di rumahku, itu pun baru 2 bulan lalu, bungkusnya warna biru, tulisannya XL". Penjual handphone langsung mengerti, dan membantu aktifasi perdana XL yg tersedia di daerah tersebut, sembari bertanya, "apa kamu tau, apa itu pulsa?", ~ iya tau, kalau ada pulsa artinya handphone bisa dipakai, kalau tidak ada pulsa ya hanya di pegang. Dengan percaya diri Ahmad membenahi kesalahannya tadi waktu marah tapi salah. Penjual handphone dan Ahmad hanya tersenyum dan mereka berdua pamit bergegas pulang.
Cerita tersebut saya ganti bahasa ke dalam bahasa Nasional, karena yang di gunanakan bahasa di desa tersebut adalah bahasa Madura, kurang lebih cerita dari Sapraji seperti itu adanya. Dari ulasan cerita tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa komunikasi adalah jalan dimana kehidupan akan lebih baik dari sebelumnya. Salah satu bukti lagi, sudah saya temui bangunan yang menurut masyarakat disana akan di jadikan Sekolah. Tak lagi beradu mental dengan alam lagi, karena sudah terlihat warung-warung kecil di desa tersebut. Semua itu saya nilai begitu pentingnya jaringan komunikasi di daerah pelosok Negeri ini. Apa yang saya harapkan selama ini, sudah terbit sang mentari di desa itu, sangat bersyukur dengan masuknya jaringan komunikasi di desa tersebut, karena saya lebih mudah menghubungi mereka disaat saya merasa rindu atas pelajaran alami yang mereka miliki, begitu juga saya lebih mudah jika ingin mengajak mereka belajar lebih tinggi lagi di daerah kota.
Sebelumnya saya mohon maaf bila hal-hal ini menggurui bahkan terlalu terbuka untuk Anda baca. tulisan ini hanya untuk pelampiasan ambisi saya untuk kiranya mempedulikan sesama demi suatu perbaikan Bangsa. Berkomunikasilah dengan siapa saja yang menurut Anda positif dan ketahuilah sahabat-sahabat saya di seluruh Negeri Pertiwi, bahwa konflik dan perselisihan terjadi karena kesalah pahaman, salah paham tak akan terwujud jika kita saling komunikasi. BERKOMUNIKASILAH..!!!
Semoga sebuah luapan dalam tulisan saya ini membangun kita semua. Salam hangat buat Bapak Hasnul SuhaimiBukit Tinggi.


Teknologi baru tercanggih, clickdeh gambarnya.
Transcend 4 GB Class 6 SDHC Flash Memory Card TS4GSDHC6ETranscend 16GB Class 10 SDHC Card (TS16GSDHC10)Transcend 8 GB Class 6 SDHC Flash Memory Card TS8GSDHC6E3 Pack of Premium Crystal Clear Screen Protectors for Apple iPadKingston 4 GB Class 4 SDHC Flash Memory Card SD4/4GBET3 Pack of Universal Touch Screen Stylus Pen (Red + Black + Silver)Sandisk 4GB Secure Digital SD HC Memory Card (SDSDB-4096, BULK, No Reader)Western Digital WD Elements 2 TB USB 2.0 Desktop External Hard Drive WDBAAU0020HBK-NESNOtterbox APL2-iPAD1-20-C4OTR iPad Defender Series CaseLexar SDHC 4 GB Class 6 Flash Memory Card 100x Jewel Case Envelope Bulk LSD4GBBE100SanDisk 16 GB Class 2 microSDHC Flash Memory Card SDSDQ-016G (Bulk Packaging)Kingston 4 GB Class 4 SDHC Flash Memory Card SD4/4GBSony 4 GB Memory Stick PRO Duo Flash Memory Card MSMT4GAcase Leather Flip Book Jacket/folio for Apple Ipad 3g Tablet/wifi Model 16gb, 32gb, 64gb (Black)Transcend 32 GB Ultimate Speed SDHC Class 10 Flash Memory Card TS32GSDHC10splash Masque Screen Protector Films Clear (Invisible) for Apple iPad (3-Pack)SanDisk Cruzer 16 GB Cruzer USB 2.0 Flash Drive SDCZ36-016G-A11Western Digital WD Elements 1 TB USB 2.0 Desktop External Hard Drive WDBAAU0010HBK-NESNBoxWave Capacitive iPad Stylus (Jet Black)Kingston Digital 16 GB USB 2.0 Hi-speed Datatraveler Flash Drive DT101G2/16GBZ, BlackBoxWave Capacitive iPad Stylus (Jet Black)

Silahkan di share/sebarin lewat Facebook dan twitter temen-temen.
Share this article :

7 comments:

Anonymous said...

buat apa nih om?

Lalonget said...

Ceritanya bikin ngakak bro... sering-sering bikin kyak ginian ya.. wkwkwkwkwkwkwkwkwk

Twitter Celebrity said...

boleh..boleh... tapi konsisten juga dalam tarif ya... selamat.

Aufariz said...

suka.. :D

NEXT said...

Suka apanya... hehe.. Bersyukur dan berterima kasihlah yang wajib kita lantunkan. :)

PERMEN said...

lnjuut.. :D

Sewa Mobil Surabaya said...

saya orang madura. di lokasi saya sangat bagus sekali dan jaringan sangat kuat dibandingkan yang lain. tarifnya juga sangat terjangkau. trim ya

your customer

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Click deh - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger